Allah Ta’ala memang memiliki cara-Nya sendiri untuk mengingatkan kita, entah itu dari apa yang kita lihat, kita temui, kita alami, atau yang kita coba hindari. Sejatinya pula segala yang terhampar dan terjadi di langit dan bumi adalah ketentuan yang sudah Allah Ta’ala tetapkan, termasuk segala pertemuan dan perpisahan.

Tentu kita tak akan pernah menyangka sebelumnya ketika bertemu seorang pemulung, yang darinya kita belajar menghargai receh demi receh yang sering kita acuhkan. Bisa jadi kita tak menduga akan dipertemukan dengan orang buta, yang darinya kita belajar menghargai mata kita. Hal-hal seperti itu terkadang luput dari pengamatan kita. Padahal bisa jadi dari mereka pula jalan keburukan dan kebaikan menjadi muara pilihan.

Buku ini adalah satu di antara sekian banyak kumpulan catatan saya tentang orang-orang luar biasa yang pernah saya temui di setiap kota yang saya singgahi. Walau sebentar, walau sekilas, tapi mereka memberi makna besar bagi kehidupan, meski seringkali mereka diacuhkan, bahkan dianggap rendah. Sayangnya, saya tidak memiliki dokumentasi visual seperti foto atau rekaman apa pun tentang mereka. Hanya berbaris-baris kalimat ini yang bisa saya kumpulkan dan rangkai sebagai rekaman jejak untuk mengenang mereka, meski hanya sesaat dan sederhana. Saya berharap waktu sesaat yang sederhana itu mengandung berjuta makna bagi Anda.

Beberapa tulisan di dalam buku ini pernah saya publikasikan di blog pribadi. Hanya saja, berhubung blog tersebut pernah rusak dan data-datanya sebagian besar sudah tidak ada lagi di internet, maka saya lebih memilih untuk mengumpulkannya dalam bentuk buku agar mudah dibaca sekali duduk dan mudah disebarluaskan.

Mengapa buku elektronik? Kok tidak dicetak saja? Ya, karena saya sadar diri 😛 Sadar kalau saya masih pemula dalam menulis. Sebagai awalan belajar menulis, saya pikir tidak ada salahnya membukukan tulisan saya dalam bentuk buku digital. Mudah dijangkau oleh orang lain, gratis, dan ringan, bisa dibaca sekali duduk.

Proses kreatif pembuatan buku ini bisa dibilang lumayan menantang. Pertama-tama, saya harus mengumpulkan naskah tulisan saya, memilah yang layak tayang dan yang tidak. Selanjutnya saya melakukan penyuntingan sendiri atas naskah saya. Baiklah, seharusnya saya meminta orang lain yang menguasai bidang ini untuk melakukan penyuntingan, tapi apa boleh buat. Namanya juga masih permulaan, masih belajar. Saya harus bisa belajar menyunting naskah sendiri dulu.

Setelah penyuntingan, saya menata isi buku sekaligus mendesain sampul bukunya. Saya memanfaatkan vektor dari situs penyedia vektor dengan lisensi umum. Memodifikasi, menyunting dan mendesain ulang menggunakan program editor gambar. Tahap akhir adalah finishing. Dan, inilah dia bukunya, saya publikasikan di situs Pustaka E-Book yang saya kelola.

Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam menyusun buku elektronik ini. Juga kepada komunitas PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng) yang telah memotivasi saya untuk terus menulis. Saya berharap bisa menerima kritik dan saran atas tulisan-tulisan saya.

Buku saya bisa diunduh dari link ini ya. Semoga bermanfaat.

Pin It on Pinterest

Share This