Flash Blogging 4 Tahun Indonesia Kreatif

Kata Austin Kleon di dalam buku Steal Like an Artist, “Di era ini, informasi melimpah dan meluap, orang yang paling maju tahu mana yang harus dibuang, supaya mereka dapat berfokus pada hal-hal penting saja. Tak ada yang lebih mengerikan daripada ketidakterbatasan. Memikirkan bahwa kamu mampu melakukan apa saja benar-benar menakutkan.”

Apa yang dikatakannya adalah suatu kebenaran yang tak bisa kita pungkiri. Kreativitas itu sejatinya tanpa batas. Kita bisa melakukan apa saja dengan dalih kreativitas. Apalagi kemajuan teknologi dunia semakin menggila, membuka lintas batas dunia. Siapa yang tak siap, pasti dia akan tertinggal di belakang.

Setidaknya ungkapan Austin Kleon di atas cukup mewakili maksud yang diinginkan dari acara yang saya hadiri hari ini, 7 Desember 2018, di Grand Aston City Hall Medan. Event bertajuk Flash Blogging yang mengusung tema “4 Tahun Indonesia Kreatif” ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta se-Sumatera Utara yang berasal dari berbagai kalangan seperti blogger, komunitas dan instansi pemerintah.

Ibu Farida Dewi Maharani mewakili Plt. Kasubdit Media Cetak Kominfo membuka acara tersebut pukul 09.30 WIB dengan memberikan sebuah logika yang tidak terbantahkan, bahwa arus teknologi yang tidak terbendung tengah memasuki era keemasannya hari ini, termasuk di Indonesia. Kita tahulah, ya, kemajuan teknologi sudah pasti sangat berpengaruh pada geliat kehidupan masyarakat, terutama di sektor perekonomian. Orang-orang mau tak mau akhirnya harus berpikir lebih kreatif agar bisa bersaing di era globalisasi. Terkesan berat? Ah, enggak juga. Ungkapan Austin Kleon si manusia super gila kreatif ini barangkali bisa menyederhanakan makna kreativitas bagi kita.

“Semua ide baru hanyalah campuran atau leburan dengan satu ide lain atau lebih.”

Jadi, jika kita ingin menjadi kreatif, kita hanya perlu mencari dan menciptakan ide, fokus di sana, memodifikasinya, kemudian memasukkan ciri khas dan nilai-nilai kita di dalamnya. Voila, sekarang, bertambah lagi satu orang creator di Indonesia, seperti yang ingin dijelaskan oleh Bapak Andoko Darta di sesi kedua acara. Beliau adalah perwakilan dari Tim Komunikasi Presiden. Gaya penyampaiannya yang santai dan fleksibel sangat menyenangkan untuk diikuti. Saya merasa menjadi seorang millenial muda sejenak, melupakan usia yang sudah tak muda lagi, sebenarnya.

Bapak Andoko Darta sedang memberikan materi pada sesi Indonesia Kreatif

Dari Jebakan Batman ke Industri Kreatif

Indonesia sebenarnya bukanlah jelek-jelek amat di skala dunia. Sebut saja, negara terbanyak penduduknya keempat di dunia? Indonesia. Negara demokrasi terbesar ketiga di dunia? Indonesia. Negara dengan sumber daya alam yang banyak? Indonesia juga. Potensi kita sebetulnya sangat besar. Tapi, mengapa Indonesia hingga hari ini masih menjadi negara berkembang — kalau tak ingin disebut middle income-pret (baca: k*mpret)? Ini istilah anekdot oleh pembicara untuk menggambarkan perekonomian Indonesia yang masih terjebak dalam jebakan Batman. Berada di tengah-tengah saja, nggak maju, nggak mundur juga. Pastinya nggak sama dengan jebakan dari Bruce Wayne si bintang utama melawan Joker dalam film lanjutan Batman di tahun 2008, The Dark Night. Kita jauh tertinggal dalam banyak hal dibanding Korea Selatan yang starting point-nya hampir sama dengan kita saat menjadi negara berkembang.

Realita di atas adalah fakta, namun rasanya tidak perlu terlalu mengecilkan semangat. Indonesia punya potensi menjanjikan; Industri kreatif, pariwisata, dan teknologi. Ketiga potensi inilah yang perlu dimaksimalkan, terutama oleh anak muda-anak muda Indonesia. Bung Karno pernah menyebutkan dengan lantang, “Berikan aku satu pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Ungkapan ini bukanlah sebatas khayalan. Agar Indonesia maju, maka anak mudanya juga harus maju. Lantas, apa anak muda kita berpikiran seperti itu semua?

Anak Muda dan Passion

Untuk menjawab pertanyaan di atas, Bapak Andoko Darta membagi kategori anak muda menjadi 6 tipe, yang bila keenamnya ini digeluti dengan passion dan kreativitas, akan memberikan hasil mencengangkan.

Kreator. Orang yang menciptakan sesuatu, membuat sesuatu, merintis sesuatu. Orang-orang yang membangun startup, seorang musisi, blogger, inovator, umumnya adalah tipe-tipe yang menekuni industri kreatif. Di Indonesia, industri kreatif telah mengalami banyak sekali peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan, 4 startup Unicorn dengan nilai pendapatan lebih dari satu miliar dolar Amerika, semuanya berasal dari Indonesia. Sebut saja Bukalapak, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Keempat startup ini kini telah diakui luar sebagai startup yang cukup berpengaruh. Selain keempatnya, ada banyak sekali startup di Indonesia

Peduli. Tipe yang senang membantu orang lain. Tipe relawan, yang dengan kreativitasnya, dia bisa menciptakan berbagai media dan informasi dengan cara mengasyikkan. Tidakkah tipe ini sangat banyak di Indonesia? Sesuatu yang menggembirakan, sih.

Orang biasa. Tipe pekerja, fans. Meskipun pekerja, sebagai anak muda pastinya kita nggak ingin seperti robot. Kerja pagi pulang sore, menjalani aktivitas monoton tanpa passion. Seorang pekerja bisa menikmati pekerjaannya dengan cara kreatif, menjadi orang biasa dengan kerja-kerja luar biasa. Seperti Naomi Osaka yang nge-fans berat dengan petenis dunia Serena Williams sejak kecil. Kekagumannya pada Serena membawanya menjadi seorang yang fokus mengejar impian menjadi petenis. Di kemudian hari, Naomi berhasil berhadapan dengan idolanya di laga dunia dan mengalahkannya. Cakep, ‘kan?

Pahlawan. Contohnya seperti atlet, tim SAR, dan sejenisnya. Tipe ini bekerja dengan passion kepahlawanan. Tipe ini sangat didukung saat ini oleh pemerintah. Penghargaan demi penghargaan diberikan agar banyak pemuda Indonesia yang bertipe seperti ini semakin mencintai profesinya.

Cendekiawan. Mereka-mereka yang fokus menuntut ilmu dan menekuni dunia pendidikan. Pemerintah saat ini menyediakan banyak beasiswa pendidikan, dalam dan luar negeri. Juga ditambahnya anggaran pendidikan, semuanya membuka peluang seseorang untuk maju.

Eksplorer. Tipe yang suka jalan-jalan, pecinta alam. Dengan passion dan kreativitas, sekarang kita bisa menyaksikan ribuan vlogger dan blog traveller menyuguhkan video-video kreatif. Mendekatkan kita dengan tempat-tempat dan event-event seru di dunia. Ini tentunya didukung juga dengan pembangunan infrastruktur dan destinasi wisata.

Pertanyaannya, kita ada di tipe yang mana? Tipe manapun yang kita pilih, kita tetap bisa maju dengan tips yang diberikan Pak Andoko Darta.

Pertama, kenali dirimu. Kenali minatmu. Mau dagang durian tapi nggak suka durian? Susah, ya, kalau begitu. Memulai dari yang kita minati akan membuat jalan kita menjadi lebih fokus.

Kedua, tetap usaha pada minatmu. Fokus dan dalami minat kita hingga menjadi passion yang mendalam. Passion ini yang akan mengikat kita agar tetap berada di jalur yang benar.

Terakhir, evaluasi. Lumrah lah ya, setelah usaha pasti ada evaluasi. Usaha yang memberikan manfaat harus selalu dilakukan. Yang tidak produktif ya dihentikan saja, alihkan ke hal lain yang produktif dan membantu kita ke arah kesuksesan.

Refleksi Bagi Anak Muda

Setelah mendengarkan sesi Bapak Andoko Darta tadi, saya jadi berpikir ulang tentang banyak hal. Apakah saat ini saya sudah menjadi orang yang kreatif? Orang yang ingin maju? Rasa-rasanya, sih, belum, ya. Saya masih belum fokus pada passion saya. Saya juga masih enggan menabrak zona aman. Wajar ketika hari ini saya tidak maksimal di segala hal.

Mengikuti acara-acara sejenis ini sebetulnya sangat bermanfaat bagi pengembangan diri kita. Kalau hanya menghadiri, semua orang bisa hadir. Yang membuat kita istimewa adalah ketika apa yang kita dapatkan dari orang-orang hebat bisa kita adopsi untuk diri kita sendiri. Syukur-syukur bisa ditularkan ke orang lain, jadi amal jariyah di akhirat. Hidup kita cuma sebentar. Yang sebentar ini rasanya patut kita syukuri dengan cara yang maksimal.

Well, sering-seringlah acara seperti ini diadakan. Selain dapat ilmu secara gratis, saya juga bisa makan gratis 😀

“Jangan pernah lelah mencintai Indonesia.” – Sukardi Rinakit

Peserta Flash Blogging sedang menyimak

Pin It on Pinterest

Share This