Berlangganan

Cari Duit

A Reflection

Evyta A. Ritonga


Print Page

Untuk arsip sejak tahun 2005-2007 dapat dilihat di link cahaya atas cahaya

Lagi Nyiapin Theme Baru

Author: admin
08 15th, 2008

Temans, saya brb dulu sementara mo nyiapin theme gratisan baru buat blog ini. Sebenarnya udah ada theme premium sih, cuma emang masih banyak yang perlu diedit2, so….tunggu aja ya….sile sile jalan2 di blog saye ni…

halah…ini Medan, Bung!



Jelaga Kelabu

Author: admin
08 6th, 2008

Utak-atik kata tanpa rasa
Jenuh
Baca-baca kata tanpa makna
Letih
Aku inginkan apa?
Entah
Jelaga penuh tanpa penyu
Kelabu

Memoar belum tertoreh
Sejarah entah berulang
Utak-atik nada tanpa jiwa
Kelabu



Bulir - Bulir Keberkahan

Author: evytaar
07 16th, 2008

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 261)

Nuraniku memberontak. Membacanya seakan teringatkan kembali betapa mulianya menafkahkan harta di jalan Allah. Lagi-lagi serasa ditegur secara halus. Beberapa waktu belakangan, jarang ‘memberi’ (sedikit malu). Mungkin ini sebab mengapa harta saya rasanya mengalir tanpa terasa. Seperti hilang tanpa bekas, tahu-tahu rezeki yang didapat sudah semakin menipis saja. Padahal seperti baru kemarin saya mendapatkannya.

Read the rest of this entry »



Menata Hati

Author: evytaar
07 10th, 2008

Menulislah dengan hati
Maka akan sampai ke hati pula

~ sa ~

Tak disangka, email itu pun berbalas juga. Senang rasanya menerima nasihat dari seorang penulis hebat. Meski pertanyaan saya yang begitu banyak hanya dijawab dengan sangat sederhana dan singkat. Saya pun terenyuh, kata-kata bijaknya menyadarkan saya tentang semua yang sudah berlalu. Ya, mungkin benar adanya apa yang ia ingatkan. Menata hati.

 

Beberapa hari terakhir saya jadi sering menulis tentang ikhlas. Siapa tahu, dengan menulisnya, saya menjadi diingatkan langsung. Dan harapannya, semakin hari saya dapat menulis dengan ikhlas. Entah, saya pun tak mengerti mengapa manajemen ikhlas menjadi begitu menurun akhir-akhir ini. Kadang saya berharap bisa menjadi penulis besar yang akan memberi manfaat banyak orang. Ambisius? Masih penulis amatir saja sudah rentan fitnah popularitas, konon lagi jika menjadi penulis? (smile). Tanpa sadar ternyata saya hampir saja melenceng dari orientasi Ilallah. Astaghfirullah.

Read the rest of this entry »



Ketulusan Kata

Author: evytaar
07 8th, 2008

Tertegun bercampur malu. Ya, itu yang saya rasakan saat seorang sahabat bercerita tentang lika-liku perjalanan tulisannya. “Ternyata tulisan-tulisanku dulu-dulu itu nipu doang”, keluhnya pada saya tadi malam. Saya pun bertanya-tanya tak mengerti di dalam hati, “Apa maksudnya menipu?”. Ternyata hasrat untuk bertanya itu tak bertahan lama, lalu pertanyaan demi pertanyaan mengalir begitu saja. Intinya, ia merasa ada unsur ketidaktulusan di dalam tulisannya, meski penuh pesan moral cerita. Sebab menurut sang penulis, tulisannya terlalu cepat basi. Benarkah?

 

Kemudian saya jadi berpikir mungkin saja mereka, para penulis besar, memiliki ketulusan dalam tulisannya, sehingga karya-karya mereka abadi. Entah benar, entah tidak, saya pun tidak berani menentukan begitu saja. Yang saya tahu, aktivitas apapun yang kita lakukan, sejatinya adalah sebuah ketulusan dalam berbuat. Namun saya akui, saya jadi cukup khawatir dengan geliat penulisan saya. Saya jadi berpikir-pikir, “Sudah tuluskah saya merangkai kata?” Terkadang juga terbersit kecemasan saat mulai menulis, “Apakah saya tulus menulisnya?” Berbagai pertanyaan dan pernyataan yang saling menjawab akhirnya hanya bisa membuat saya letih. Lalu saya putuskan bahwa saya harus terus menulis, apapun latar belakangnya. Sebab, itu adalah proses.

Read the rest of this entry »



Ada Tawa Ada Sedih

Author: evytaar
07 7th, 2008

Sehabis maghrib, seperti biasa saya membuka blog ini untuk baca-baca. Eh ternyata oh ternyata, tak disangka…hiks….kok layoutnya acak kadut gini (sidebarnya entah dimana, postingannya entah dimana, acak-acakan, aut-autan dah pokoknya image64 )

Perasaan ga ada diutak-atik sebelumnya, tapi menurut saya, bisa jadi karena eror ada code yang kurang (bisa karena kesalahan koneksi atau apa yaa ga tau juga sih, bukan ahlinya). Padahal semalam baru aja dapat kabar gembira, eh sekarang malah kabar duka image32

Tapi….seperti pesan Ustadz ‘Aidh Al Qarni, La Tahzan…jangan bersedih. InsyaAllah sebagai sarana belajar sabar yaaa….Trus akhirnya saya benerin lagi dah ini. Taraaa…

Cukup capek juga benerinnya. Soalnya kemaren-kemaren ga diback up sih image15 (salah sendiri image17). Pelajaran hari ini, “jangan ceroboh, simpan hal-hal penting yang kau punya. Jangan mudah menyerah, pengalaman itu guru terbaik” nyambung ga sih :D



Menunggu…..

Author: evytaar
07 6th, 2008

Hari Ahad yang lalu saya ikut seleksi penerimaan anggota baru FLP Sumut, agak deg-degan juga waktu diwawancara. Banyak yang ditanya. Pengumumannya hari Ahad ini tanggal 6 di Taman Budaya Medan, duh jadi makin deg-degan nih. Soalnya kan udah sejak SMA saya itu ingin sekali bisa menulis, eh ternyata baru mulai menulisnya tahun 2004 yang lalu saat punya blog diajarin mba Hanum (Syukron mba…). Lalu saya coba aja deh daftar, harapannya bisa lulus dan belajar menulis lebih baik. Biar bisa jadi penulis yang profesional :D

Doakan yaa…. :D

 

Update: alhamdulillah, saya lulus penerimaan anggota baru FLP Sumut angkatan ini 20tanggal 12 pendaftaran ulang, trus pekan depannya basic training writing…



Semut dan Keledai

Author: evytaar
07 6th, 2008



Di sebuah hutan, tampak pasukan semut beriringan sambil menjunjung sesuatu di punggungnya. Sepertinya mereka akan menaiki sebuah pohon yang sangat tinggi. Selang beberapa menit kemudian, lewat seekor keledai yang ingin minum di danau dekat pohon.
Ia heran melihat tingkah para semut, karena rasa penasaran akhirnya ia beranikan diri bertanya, “Eh, Semut! Sedang apa kalian?”.

Lalu seekor panglima semut menjawab, “Kami hendak mengungsi sementara ke atas pohon yang tinggi itu, karena menurut tanda-tanda alam, sebentar lagi akan turun hujan. Sebaiknya Kau pun segera mencari tempat untuk menghindari banjir”, ujarnya dengan gagah.

Read the rest of this entry »



Unknown Feeling

Author: evytaar
07 3rd, 2008

Whuaaa…..waktu jalan-jalan ke web penulis lepas, ada banyak agenda lomba dan sayembara penulisan

Jadi, saya simpenin semuanya, rencananya mau ikut semua (gubraksss….ke-PeDe-an nih). Tapi, tak apa lah, namanya juga ladang aktualisasi potensi, apapun harus dicoba, tul gak?

Mikir-mikir, kira-kira sanggup ga yah, segitu banyak dikerjain dalam satu bulan saja?

Kalo kebanyakan mikir, kapan actionnya

Time for working

(Ini sekalian ngetes my smileys, hehe) kalo mau download, klik disini



Kayu yang Bersandar

Author: evytaar
07 3rd, 2008

Kemarin, saat mengikuti sebuah majelis ilmu, ada satu tema yang membuat saya ingin sekali berbagi dengan orang lain. Sebenarnya cukup sederhana, tetapi dibahasakan dengan sangat indah oleh Pencipta kita Yang Maha Besar. Anda tahu kayu, bukan? Kayu adalah bagian keras tanaman yang digolongkan kepada pohon dan semak belukar. Konon, kabarnya kayu merupakan makhluk Allah yang begitu bermanfaat. Tentu kita sehari-hari sudah sering merasakan kemanfaatan kayu. Mereka bisa digunakan untuk membangun rumah, kayu bakar, peralatan rumah tangga, dan kapal. Dari kayu juga, kita pun dapat menulis di atas kertas, jika dibuat daftar manfaat kayu mungkin akan ada banyak lagi benda yang bisa dibentuk dari sepotong kayu.

Lalu Allah menunjukkan sebuah perumpamaan yang justru menjadi kebalikan dari sunnatullah kayu itu sendiri, ‘Kayu yang bersandar’. Seperti apa kayu yang bersandar?

Read the rest of this entry »